“Kami mewacanakan pendidikan terpadu antara umum dan agama secara seimbang, sehingga semuanya sama-sama jalan,” ujar Kholilurrahman.
Ia mencontohkan masih adanya putra-putri daerah yang memiliki pengetahuan agama yang baik, tetapi kurang memiliki bekal ilmu umum yang memadai. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi perhatian pemerintah daerah dalam merumuskan arah pembangunan pendidikan ke depan.
“Misalnya, ada putra Pamekasan yang agamanya tinggi tetapi pengetahuan umum tidak ada. Nah, masalah itu yang kami pikirkan,” katanya.
Melalui konsep pendidikan terpadu tersebut, Pemkab Pamekasan berharap mampu melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.






