Dikatakannya, Kenaikan harga BBM dinilai akan berefek domino terhadap perekonomian masyarakat. Salah satunya berimbas terhadap harag barang dan jasa atau kebutuhan primer. Sebab semua pelaku usaha akan menyesuaikan dengan kenaikan tersebut.
Selain itu, kebijakan pemerintah dinilai akan mengancam terjadinya inflasi. Setiap kenaikan harga BBM sebesar 10 persen akan menambah inflasi sebesar 1,2 persen.
“Kebijakan ini jelas akan menyengsarakan 50 persen dari populasi 270 juta jiwa di Indonesia. Kami menolak kebijakan pemerintah dan menuntut harga BBM diturunkan, ” teriak orator aksi.
Massa melampiaskan kekecewaannya dengan membakar ban di depan gedung DPRD. Mereka meminta wakil rakyat menyampaikan aspirasinya. Sejumlah wakil rakyat akhirnya menemui pengunjuk rasa.






