Mulai dari beredarnya isu salah satu kepala Puskesmas kemudian ramai soal dugaan salah satu kadis bayar untuk dapat jabatan.
“Hal ini menjadi cambuk bagi pemerintahan kabupaten Pamekasan. Sebab Bupati Pamekasan Baddrut Tamam selalu menyampaikan tidak ada jual beli jabatan. Padahal slalu ramai,” lanjutnya.
“Benar atau tidak, isu tersebut sudah ramai di kalangan masyarakat. Jika benar misalnya APH harus bertindak, jika tidak bupati dan jajaran harus mengklarifikasi” Ucap Basri.
Diketahui, Orang nomor satu di Pamekasan hampir purna tugas menjadi bupati, artinya masyarakat harus menilai selama satu periode kepemimpinan beliau berdampak baik, atau malah sebaliknya.






