Situasi disebut semakin mencekam setelah Hasbullah diduga menghubungi sejumlah orang untuk datang ke lokasi.
Setelah beberapa orang tiba, Siti mengaku terjadi penyerangan dan pengeroyokan terhadap dirinya.
Selain dugaan pengancaman dan pengeroyokan, Siti juga mengaku sejumlah kendaraan dan barang miliknya diambil. Barang-barang yang berada di gudang usaha miliknya, kata dia, turut dibawa. Fasilitas usaha miliknya juga disebut mengalami kerusakan.
Siti mengaku kejadian tersebut membuat dirinya masih mengalami trauma dan ketakutan. Ia khawatir terhadap keselamatan dirinya dan kedua anaknya setelah mendapat ancaman pembunuhan dan pembakaran rumah.
“Sekarang saya masih takut. Saya trauma karena diancam mau dibunuh dan rumah saya mau dibakar,” kata Siti.
Dampak kejadian tersebut juga dirasakan oleh kedua anaknya. Menurut Siti, kedua anaknya masih ketakutan hingga tidak mau bersekolah.
“Anak-anak sampai sekarang masih takut dan tidak mau sekolah. Mereka trauma karena melihat ibunya diancam menggunakan celurit. Mereka juga mendengar rumah kami diancam mau dibakar,” tuturnya.
Siti kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pamekasan pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB.






