“Sejumlah parameter kegagalan antara lain di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Indek Pendidikan dan Indek Pembangunan Manusia (IPM) maupun kemiskinan yang dianggap menempati peringkat terendah se-Jawa Timur,”teriak Baidowi pada orasinya.
Selain itu, aktivis jebolan IAIN Madura ini mengklaim di bidang Ekonomi, pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dianggap tidak maksimal karena Sampang defisit APBD 2023 yang mencapai Rp 38 miliar.
“Di bidang infrastruktur masih banyak kondisi jalan desa yang belum dituntaskan bahkan dibiarkan oleh pemerintah daerah. Dan juga tata kelola pemerintahan kurang terbuka publik sehingga marak pungli di lingkungan pemerintahan dan tingginya angka kriminalitas,” katanya.
Lebih lanjut, Baidawi menyatakan kekecewaannya karena selama ini penghargaan yang di dapat mulai dari tingkat regional hingga nasional hanya sebatas ilusi semata atau pencitraan semu.






