“Padahal kami juga butuh bukti untuk mempelajari belatung atau ulat itu berasal dari telurnya, buahnya, omprengnya atau buahnya yang kurang bersih, tapi siswa itu bilangnya sudah disatukan dengan ompreng lainnya,” ujarnya.
“Ketika saya tanyakan ke salah satu temannya, justru ada yang bilang bahwa anak ini (dalam video viral) tidak bareng saat makan dengan anak-anak lainnya,” tambahnya.
Namun, ia juga tidak memungkiri adanya kesalahan teknis dari pihak SPPG sebagai penyedia. Sebab, bila belajar dari daerah lainnya kebanyakan muncul dari buah-buahan.
“Namun kami juga tidak menafikan, jika itu adalah kelalaian, ya bisa jadi dari buah jeruk atau salak bila belajar dari wilayah lain,” tutupnya.






