Ia menduga, pejabat Bea dan Cukai Kanwil Jawa Timur I dan 7 titik Pengawasan di bahwanya telah bekerja sama dengan para Bandar dan pelaku rokok ilegal. sehingga sampai detik ini aman-aman saja penyelundupannya baik lewat darat maupun laut.
“Beberapa informsi rokok ilegal yang resmi dijual belikan khususnya di Madura kurang lebih 150 merek rokok ilegal namun yang memproduksi rokok tersebut tak pernah didatangi dan tak pernah dikasih sanksi teguran maupun pidana,” katanya.
Dalam temuan di lapangan, petugas hanya berani menindak pengedar kecil yang menjadi korban Pengawas Bea dan Cukai Tipe Madya Madura. Sementara Bandar dan Mafianya diduga dibackup dan dilindungi.
“Aksi Pertama kami melaporkan dan membawa sampel rokok ilegal yang diproduksi di Madura sebanyak 40 sampel rokok namun berjalan 1 bulan tak pernah ada tindakan,” lanjutnya.






