Datangi Dewan, GMNI Pamekasan Soroti Banyak Warga Miskin Tidak Tercover BPJS

  • Bagikan
Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pamekasan menggelarkan audiensi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan di Ruang Sidang DPRD Pamekasan, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, audiensi tersebut dilakukan untuk mencari solusi bersama antara mahasiswa dan pemerintah daerah terkait persoalan layanan kesehatan masyarakat.

Ia mengaku bersyukur, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 66 miliar guna mengaktifkan kembali UHC prioritas di Pamekasan.

“Alhamdulillah, untuk jangka panjangnya, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 66 miliar untuk mengaktifkan kembali UHC prioritas,” ujarnya.

Suhada’ menjelaskan, masyarakat yang belum tercover BPJS dapat dibantu melalui program beakesmaskin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

BACA JUGA :  Kacau, Pelantikan PC PMII Pamekasan Diwarnai Aksi Demontrasi

Selain itu, masyarakat yang belum tercover di PBID dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga dapat dibantu melalui skema PBIN, sehingga bisa ditanggung oleh APBN.

“Pamekasan pada periode Mei sampai Desember mendapat jatah sekitar 30 ribu kepesertaan yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ucapnya.

BACA JUGA :  Gegara Bayi Meninggal, Izin Praktik Bidan di Pamekasan Dicabut Selama Satu Tahun

Ia menambahkan, pemerintah juga akan memberikan bantuan kepada masyarakat penderita penyakit kronis meski BPJS kesehatannya tidak aktif, dengan syarat tertentu yang harus dilengkapi.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan