Zahiruddin suami dari pasien itu menceritakan bahwa setelah istrinya, melahirkan melalui tindakan operasi, nyawanya tidak tertolong.
Diakuinya, Setelah istrinya melahirkan, perawatnya tidak memberi tau tentang kondisi. Bahkan saat ditanyakan, perawat merespon bahwa pasien masih ditangani oleh dokter. Baru setelah magrib, ia dipanggil dan mengetahui istrinya sudah dibantu dengan alat.
“Ternyata istri saya sudah sudah dibantu alat. Saya masih bertanya-tanya, kok tidak diberi tahu sedari awal kejadian,” katanya saat didampingi kuasa hukumnya Abd Kholis di kantor DPRD Pamekasan.




