TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

RSU Kusuma Hospital Pamekasan Diduga Punggut Biaya Pasien BPJS

  • Bagikan
Tampak depan. Rumah Sakit Umum (RSU) Kusuma Hospital Pamekasan.

PAMEKASAN CHANNEL. Rumah Sakit Umum (RSU) Kusuma Hospital Pamekasan diduga memungut biaya kepada pasien BPJS Kesehatan.

Biaya ditarik oleh rumah sakit swasta yang beralamatkan di Jl. Bonorogo No.3, Taman, Lawangan Daya, Kec. Pademawu, Kabupaten Pamekasan dengan dalih adanya tambahan tindakan medis.

Menurut warga yang tidak ingin disebut namanya, saat pasien membutuhkan darah dua kantong, sementara jatah dari BPJS Kesehatan hanya satu kantong, maka kekurangannya harus membayar.

“Pasien BPJS yang melahirkan sesuai ketentuan akan disayat dari bagian atas perut ke bawah. Tetapi, pihak rumah sakit menawarkan jasa sayatan dari kanan ke kiri agar lebih estetik dengan nominal biaya tertentu,” katanya dilansir dari Risalah.

BACA JUGA :  Kondisi Mengambang, Bocah di Pamekasan Ditemukan Tewas di Selokan

Sementara saat dikonfirmasi, Direktur RSU Kusuma Hospital dr. Achmad Marzuki membenarkan bahwa pihak rumah sakit mengaku pernah meminta tambahan biaya kepada pasien karena ketersediaan darah tidak cukup.

Dalam kasus ini kata dia, pihak rumah sakit meminta keluarga pasien agar membayar kekurangan darah tersebut.

BACA JUGA :  Mobil Oleng, Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Pasar Pegandingan Pamekasan

“Kami dulu memang pernah lengah, (pernah meminta tambahan biaya darah yang tidak cukup, Red) pernah melakukan itu, dan kami sampaikan ke BPJS dan oleh BPJS mendapat teguran. Akhirnya kami kembali ke prosedur awal dan sudah kami selesaikan,” terangnya, Rabu (26/06/2024).

Menurut dia, pada saat itu harga darah naik dan kesulitan stok. Sejak mendapat teguran dari BPJS Kesehatan, akhirnya penarikan biaya pembelian darah tidak pernah dilakukan kembali.

BACA JUGA :  Puluhan Pabrik Rokok dan Ratusan Merek Rokok Ilegal di Pulau Madura Dilaporkan

Selain itu, mengenai tambahan biaya lain atas tindakan medis, Marzuki membantah. Karena memang ada tindakan yang tidak dicover oleh BPJS tetapi pasien kadang meminta dilayani sehingga harus membayar.

“Seperti, tindakan operasi yang normal irisannya dari atas ke bawah, jika ingin irisan dilakukan dari samping maka perlu berbayar, karena membutuhkan tindakan yang berbeda dan memang kelihatannya lebih indah,” tandasnya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan