Kata Nadi, empat pilar kebangsaan ini tidak hanya untuk dipahami, namun juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Apalagi Indonesia adalah sebuah negara yang majemuk, negara yang beragam mulai dari suku, agama, etnis, budaya. Sebagai negara yang beragam, tentu Indonesia rentan dengan perpecahan.
“Persatuan dan kesatuan menjadi kunci bangsa Indonesia untuk menjaga keberagaman tersebut. Makanya nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar itu harus diterapkan, minimal kita harus mulai dari diri sendiri,” kata Ketua Alumni GMNI Pamekasan tersebut.
Taufikurrahman Khafi menambahkan, NKRI yang sangat luas dan terdiri dari berbagai suku, agama, budaya dan pulau-pulau ini harus terjaga secara bersama-sama, sesuai dengan istilah NKRI harga mati. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang harus dijunjung tinggi sebagai pengikat keberagamaan.
“Sehingga adanya keinginan oknum tertentu untuk merubah sebuah bentuk negara ini menjadi bentuk yang lain akan tereliminasi dengan sendirinya, jika empat pilar ini berdiri kokoh,” ungkapnya.






