“Tetapi dari beberapa figur itu, ada dua orang yang menurut saya aman dan diterima oleh semua kalangan. Yaitu Bapak Sekda (Totok Hartono), dan istri Wabup Raja’e sendiri (Yuni Laily Fitriyah),” ulas dia.
Dikatakan, ketika Bupati Baddrut Tamam memilih Raja’e sebagai pendampingnya pada pilkada lalu, ada beberapa keunggulan yang menjadi slogan. Diantaranya, koalisi selatan-utara, dan koalisi aktivis. Artinya, apabila memilih Yuni Raja’e menduduki kursi wabup yang kosong, maka slogan itu tetap terpelihara dengan baik, yang bersangkutan berasal dari wilayah pantura dan mantan aktivis mahasiswa.
“Kalau yang lebih paham Pamekasan, ya pak sekda. Tapi, sampaikan mohon maaf saya kepada keluarga almarhum dan masyarakat Pamekasan, ini bukan tidak menghormati almarhum, tapi ini masalah imamah atau kepemimpinan yang harus berjalan,” pungkasnya.






