Dikatakannya, aktivis dan LSM seharusnya menjadi penyambung lidah dan aspirasi masyarakat terhadap pemerintah “LSM tidak harus menolak, ini menyangkut hajat orang banyak,” katanya.
Ia menilai, aksi tersebut bagian cara dari LSM untuk memperkeruh keadaan tatanan pemerintah kabupaten Pamekasan agar masyarakat tidak percaya terhadap kepemimpinan Baddrut Tamam sebagai bupati.
Sebelumnya, Pemerintah sudah dibuat pusing dengan desakan pelaksanaan. Pilkades. Setelah dikabulkan malah ditolak.
“LSM menjadi penyambung bagi keadaannya masyarakat bawah. Pilkades ini pesta demokrasi yang dinanti-nanti masyarakat Pamekasan,” pungkasnya.






