“Jadi bapak M ini mengumpulkan KPM PKH, biasanya dikumpulkan karena ada sosialisasi terkait Bansos PKH, tapi kali ini agak beda, selain sosialisasi ada permintaan juga untuk memilih Calon Legislatif dari PDIP berinisial NM,” katanya dikutip media Risalah.
Menurutnya, pernyataan M sangat meresahkan dan tidak mencerminkan bahwa dirinya bertugas untuk mensosialisasikan bansos dan mendampingi KPM, bukan memanfaatkan keadaan dengan menjadi tim sukses salah satu caleg tertentu.
“Tindakan M ini sangat meresahkan, karena KPM PKH pada akhirnya tidak bebas menentukan pilihan politik, sementara, kalau tidak mengikuti arahan dari Pendamping PKH, kami takut bantuan kami dihapus” imbuhnya.






