“Ikhtiar ini saya lakukan dalam rangka mendorong bagaimana negara HD untuk mendampingi rakyat membela rakyat termasuk di dalamnya untuk memfasilitasi para pengusaha rokok dalam mengembangkan usahanya di bidang industri rokok,” kata Baddrut Tamam.
Baddrut Tamam melihat Kabupaten Pamekasan memiliki potensi tembakau 25000 ton sampai 35000 ton. Sehingga Pamekasan sepatutnya memliki KIHT.
Pihaknya mengajak para pengusaha rokok yang berminat bergabung dan menjadi mitra KIHT. Karena sampai saat ini yang bermitra sudah tercatat sebanyak 6 pengusaha rokok, yaitu PR Garuda, PR Walisongo, PR Wahyu bren, PR Cahaya ku, PR Pratama dan PR Bandar jaya.






