Warga Banyubulu Pamekasan Peringati Haul Bujuk dan Tahun Baru Islam 1447 H, Anak Yatim Dapat Santunan

  • Bagikan
Haul untuk leluhur dan tahun baru Islam 1447 Hijriah, serta pembagian santunan kepada sejumlah anak yatim piatu.

PAMEKASAN CHANNEL. Ratusan warga Banyubulu, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan kompak memperingati Haul untuk Bujuk Pote, Bujuk Samman, Bujuk Labeng dan Bujuk Lampenang, yang digelar di desa setempat, Sabtu (5/7/2025) malam.

Mereka bergotong-royong mengemas acara Haul untuk leluhur dan tahun baru Islam 1447 Hijriah, serta pembagian santunan kepada sejumlah anak yatim piatu.

Ketua panitia Haul, Lora Fiki Firmansyah, mengatakan, sejak pra hingga acara selesai, semua elemen warga turun tangan, mulai dari para tokoh masyarakat, ibu-ibu, remaja masjid, hingga anak-anak muda.

BACA JUGA :  Berhasil Pertahankan Disertasi tentang Kepemimpinan Tranformasional dan Orkestrasi SDM, Menteri AHY Siap Sambut Ujian Terbuka Doktoral

“Haul bujuk bukan hanya acara seremonial, tapi bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang telah berjasa membangun nilai-nilai kehidupan di desa Banyubulu,” ucap Lora Fiki Firmansyah, dalam sambutannya.

Ia menuturkan, selain memperingati Haul Bujuk dan tahun baru Islam, dalam momentum ini yang tidak kalah penting yakni kesempatan berbagi kebahagiaan melalui santunan untuk anak-anak yatim, yang diperoleh dari sumbangan warga.

“Alhamdulillah, ini bukti bahwa kalau kita niat, kita bisa saling bantu dengan sumber daya yang kita miliki sendiri,” tuturnya.

BACA JUGA :  Jelang Pemilu 2024, Kapolres Pamekasan Minta Masyarakat Perangi Narkoba

Sementara, Kepala Desa (Kades) Banyubulu, H. Sukarto, mengungkapkan, bahwa kekompakan dan semangat gotong royong dari para warganya tersebut telah berlangsung dari tahun ke tahun.

“Saya sangat bangga punya masyarakat Banyubulu. Ini bukan cuma soal acara, tapi bukti nyata bahwa kita punya ikatan sosial yang kuat,” kata Kades H. Sukarto.

Sukarto berharap, ke depan desa Banyubulu bisa terus mempertahankan semangat gotong-royong, terutama di tengah tantangan zaman yang makin kompleks.

BACA JUGA :  Gubernur Khofifah Salurkan Rp. 50 Juta Zakat Produktif Bagi Pelaku Usaha Ultra Mikro di Pamekasan

“Tradisi Haul ini bisa jadi perekat kita semua, apalagi ditambah kegiatan sosial seperti santunan anak yatim. Ini bukti bahwa kita tidak hanya religius, tapi juga peduli antar sesama,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dikemas dengan ceramah agama. Semua pihak tampak sangat antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan