Aktivis Desak KPK Terbuka Soal Sitaan Mas Batangan dan Cek 36 Miliar di Rumah Plt Disdik Jatim

  • Bagikan
Jawa Timur (Jaka Jatim) melakukan aksi demonstrasi ke kantor Dinas Pendidian Provinsi Jawa Timur. Senin (06/03/2023).

PAMEKASAN CHANNEL. Jawa Timur (Jaka Jatim) melakukan aksi demonstrasi ke kantor Dinas Pendidian Provinsi Jawa Timur. Senin (06/03/2023).

Demo tersebut mendesak Wahid Wahyudi sebegai plt. Dinas Pendidikan untuk segera mundur dari jabatannya. Penyebabnya, maraknya kasus dan persoalan hingga diduga korupsi anggaran lingkungan dinas pendidikan provinsi Jatim.

Koordinator aksi Musfik mengatakan bahwa Disdik Jatim adalah merupakan Oraganisai Perangkat Daerah (OPD) yang paling banyak menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Dearah (APBD) Provinsi Jawa Timur dari tahun ke tahun Mulai dari. Mulai dari Belanja Pegawai, Belanja Oprasioanal, Belanja barang dan jasa, Belanja hibah, Belanja bunga dan lainnya.

BACA JUGA :  Membanggakan, Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan Raih Prestasi Ajang Nasional di Kediri

“Sehingga dengan anggaran yang besat itu Dinas Pendidikan Provinsi Jatim perlu dipertanyakan dan perlu di evaluasi,” kata Musfik saat orasi di depan kantor Disdik Jatim.

Jaka Jatim menilai, dari anggaran besar tersebut diduga bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menjadi sebagai tempat pencucian uang dan dijadikan alat untuk korupsi. Hal itu dibuktikan dengan temuan BPK RI yang setiap tahunnya sejak tahun 2019 sampai 2022 dengan angka Miliaran Rupiah ditemukan bermasalah.

BACA JUGA :  ⁠Dihadiri Bupati-Wabup Pamekasan, PWI Gelar Puncak HPN 2026 dengan Talkshow Pentahelix

Temuan tersebut seperti anggaran yang kena kliem BPK, baik adanya Pekerjaan fiktif, Kekurangan Volume Pekerjaan, Tak Setor SPJ Pekerjaan, dan membelanjakan Anggaran Negara Tidak sesusi dengan Spesifkasi (aturan),” lanjutnya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan