PAMEKASAN CHANNEL. Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) melakukan aksi demontrasi ke kantor ke Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur. Rabu 17 Mei 2023.
Demo tersebut berkaitan dengan banyak persoalan dan dugaan kasus korupsi di lingkungan Disdik Jatim.
Koordinator aksi Musfik In The Genk mengatakan bahwa Wahid Wahyudi tidak asing lagi ditelinga para Birokrat Provinsi Jawa Timur semenjak menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur selama 4 tahun malai tahun 2019 sampai 2023.
Selama itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jatim sejak dipimpin Wahid Wahyudi banyak temuan dan indikasi korupsi dibuktikan dengan realisasinya APBD yang dikelola oleh Dispendik Jatim selalu bermasalah secara terus menerus setiap tahun baik Dana Hibah, Dana Bos, Dana Bpopp, Dana Alokasi Khusus (DAK) hingga ada dugaan Pemungutan Liar (PUGLI) kepada siswa.
Musfik menyebutkan, Berdasarkan investigasi Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Wahid Wahyudi Selama 4 Tahun duduk di kursi Kepala Dispendik Jatim Hartanya semakin meningkat. Sebab, anggaran Dinas Pendidikan Jawa Timur hanya di kongkalikong untuk kepentingan Pribadinya.
“Bayangkan bertahun-tahun selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan menetapkan kebijakan pengelolaan keuangan yang terdiri dari Program Fisik maupun Pengadaan yang diberikan kepada (Ribuan Lembaga) dibawah naungan Dinas Pendidikan Jawa timur yang anggarannya triliunan rupiah,” katanya.
Ia melanjutkan, ia kejanggalan tersebut dibuktikan dengan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Provinsi Jawa Timur pada kamis 15 desember 2022 yang menetapkan 4 tersangka salah satunya oknum wakil pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur, dan penggeledahan KPK pada tanggal 17-18 Januari 2023 di rumah Pribadi Wahid Wahyudi yang hari ini menjabat sebagai Plt.






