Menurutnya, fenomena pemurtadan tidak hanya terjadi di Pamekasan jika menelusuri di media sosial. Namun sudah melakukan kristenisasi di berbagai daerah di Madura dan luar Madura. Ismail tidak bisa membayangkan gerakan itu terus terjadi di pelosok tanah air yang jah dari jangkauan pondok pesantren dan ulama.
“Himbauan ini kami mohon kepada bupati, wakil bupati untuk segera ditindaklanjuti untuk menjaga aqidah umat Islam dan menjaga semua umat beragama,” tandasnya.
Sebelumnya, Ismail juga sudah mengunjungi rumah nenek Atma di Kelurahan Patemon, Kecamatan Kota Pamekasan.






