“3 kali saya sampaikan ke pihak PT Telkom termasuk pada waktu pemindahan tiang, petugasnya hanya berjanji mau mendatangkan managernya langsung, namun sampai sekarang ditunggu belum ada, sementara kabel itu juga mengganggu akses keluar masuk truk yang memuat barang.” Ujarnya.
Lanjut Rahmad, berdasarkan laporan dari warga yang punya tanah, bahwa pihak Telkom diduga juga tidak ada pemberitahuan ke pemilik tanah waktu pemindahan tiang di tanah tersebut.
“Waktu pelebaran jalan sepertinya tak ada pemberitahuan kepada masyarakat yang punya tanah, boro-boro dipasangi tiang.” Imbuhnya.
Menurutnya, jika PT Telkom tidak segera memasang boks di tempat-tempat strategis, maka pihaknya bersama perwakilan warga Palengaan Laok akan memutus kabel tersebut.
“Harus ada kompensasi penyambungan seperti pemasangan boks di tempat-tempat strategis agar bisa pasang WiFi, ya kalau nanti tidak diindahkan warga siap memutus kabelnya.” tandasnya.






