“Guru tugas itu berangkat ke berbagai daerah dengan membawa tugas suci dari pesantren untuk membantu lembaga pendidikan dan pesantren. Kita tahu bersama, bahwa yang memberangkatkan guru tugas ini biasanya pesantren-pesantren besar,” jelas Kiai Apik, sapaan akrabnya.
“Sementara, dalam video yang ada itu hanya menampilkan sisi negatif saja, hampir tidak menampilkan sisi positifnya sama sekali. Jika memang ada perilaku satu atau dua orang guru tugas yang kurang baik di tengah-tengah masyarakat, jangan mengabaikan kebaikan guru tugas, sehingga dipukul rata. Itu kan hanya oknum saja,” imbuhnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Taman Bunga Kacok, Palengaan itu meminta, agar video yang sedang ramai diperbincangkan di jagat maya itu dihapus, dan seluruh crew yang terlibat dalam pembuatan video tersebut segera meminta maaf secara terbuka.






