TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Rugikan Petani, Perda Tembakau Pamekasan Perlu Direvisi

  • Bagikan
Ketua P4TM H. Khairul Umam saat memberikan contoh pengambilan sampel Tembakau dalam acara FGD bertempat di Taman Edukasi Rahayu, Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Senin (14/8/2023).

PAMEKASAN CHANNEL. Focus Group Discussion (FGD) Jilid I yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menyimpulkan Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengusahaan Tembakau perlu untuk direvisi.

Sementara FGD Jilid I yang membedah Peraturan Daerah (Perda) Pamekasan Nomor 2 Tahun 2022 bertempat di Taman Edukasi Rahayu, Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Senin (14/8/2023).

Selain, membahas tentang Pengusahaan Tembakau juga dilanjutkan dengan Deklarasi Kemerdekaan Petani Tembakau.

Dalam acara berlangsung dihadiri Pemateri FGD yakni Kadisperindag Pamekasan Akhmad Basri Yulianto, Sekretaris LPPNU Tabri S Munir, Ketua P4TM H. Khairul Umam dan Ketua PWI Hairul Anam.

BACA JUGA :  Telan 36 Miliar, Kasus Penyidikan Mobil Sigap di Pamekasan Mandek

FGD Jilid I ini menghasilkan satu poin utama dan penting, yakni, Perda 2/2022 tentang Pengusahaan Tembakau Madura harus direvisi.

“Karena Perda 2/2022 ini melegalkan pengusaha merampok tembakau petani,” terang Sekretaris LPPNU Pamekasan Tabri S Munir.

Perampokan dimaksud, Perda 2/2022 membolehkan pengusaha mengambil sampel tembakau.

“Kita hitung saja, misal setiap bal satu kilo, berapa bal tembakau berputar dalam satu musim, dan berapa miliar tembakau milik petani ini diambil tanpa syarat,” paparnya.

BACA JUGA :  Gunakan Tali, Pemuda di Pamekasan Meninggal Gantung Diri

Sementara Ketua P4TM H. Khairul Umam sepakat Perda 2/2022 ini direvisi dan dirombak. “Mengambil sampel 1 kilo, kata ulama itu haram,” tegasnya.

Dia mengatakan, pengambilan sampel itu, cukup segenggaman tangan sudah bisa diketahui kualitasnya. “Kalau lebih, itu berarti untuk si gudang, dan kami sudah tegaskan, di kami gak ngambil sampel,” tegasnya.

Sedangkan Kadisperindag Akhmad Basri Yulianto juga sepakat Perda 2/2022 direvisi. “Silakan jika memang ada yang dianggap merugikan petani,” tegasnya.

BACA JUGA :  RSUD Pamekasan Kecolongan, Uang Jutaan dan 4 Handphone Milik Keluarga Pasien Dicuri Maling

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam berkomitmen, media yang tergabung di PWI akan mengawal serius pemberitaan yang proporsional dan berpihak kepada kesejahteraan petani.

“Kita tegaskan komitmen kita, bahwa PWI sepakat dan mendorong Perda 2/2022 ini direvisi segara dan kita akan kawal secar proporsional melalui media massa,” tukasnya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan