“Ustad Shinwani Adrai menolak amaliah yang sudah biasa kita lakukan. Seperti tahlilan dan maulid nabi Muhammad Saw. Itu semua dianggap kurafat, bahkan kita ini dianggap barisan TBC (tahayul bid’ah dan khurafat). Kalau mau dakwah, ya dakwah saja, tapi jangan menimbulkan kontroversi yang menyentuh pada amaliah orang lain,” katanya usai menyerahkan surat penolakan, di Depan Mapolres Pamekasan.
Dikatannya masyarakat saat ini tengah bergejolak mengenai rencana kedatangan ustad kontroversial tersebut. Oleh karena itu, pihaknya sangat khawatir apabila pendakwah itu tetap menghadiri acara pengajian tersebut.
“Kami ingin mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi seperti tindakan anarkis. Karena masyarakat sudah tahu siapa yang akan hadir dalam pengajian itu, bahwa tokoh ini sangat kontroversial,” paparnya.






