“Kasus dugaan pemotongan itu terjadi di Desa Branta Tinggi. Kami berharap Kejari Pamekasan bekerja profesional dan segera melakukan penyelidikan,” ujar Rosi.
Rosi mengungkapkan bahwa hingga kini baru beberapa warga yang berani melapor, sementara lainnya masih merasa takut untuk bersuara. Ia menduga praktik serupa berpotensi terjadi pada penerima manfaat lain namun belum terungkap.






