Uang Porprov Rp 1,4 Miliar Koni Pamekasan Diduga Dikorupsi, Kejari Mulai Pulbaket

  • Bagikan
Kejaksaan Negeri Pamekasan.

PAMEKASAN CHANNEL. Kasus dugaan korupsi penyimpangan dana Porprov tahun 2025 di Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Pamekasan mencuat.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan diketahui mulai melakukan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) atas tindak lanjut adanya laporan pengelolaan anggaran yang digelar di Malang sebesar Rp 1,4 miliar.

Dugaan penyelewengan itu dilaporkan ke Kejari Pamekasan pada akhir bulan Januari 2025 lalu. Saat itu, Ketua Koni Pamekasan masih dijabat Djohan Susanto dan sekretarisnya, Heri Purwanto.

Informasi yang diterima Pamekasan Channel, pengelolaan anggaran yang dilaporkan di antaranya, pembelian jersey dan sepatu untuk pengurus dan atlit yang dinilai kualitas dan harganya tidak sesuai laporan.

Tak hanya itu, makan dan minum (mamin) selama kegiatan porprov di Malang juga dinilai tidak sesuai laporan seharga Rp 25 ribu setiap porsi. Kemudian, bantuan dari sponsorship diduga juga tidak pernah dilaporkan, namun anggaran porprov sebesar Rp 1,4 miliar habis.

BACA JUGA :  Penyelundupan, Pupuk Subsidi dari Pamekasan Ditangkap di Ponorogo 11,45 Ton dan 9 Ton di Tuban

Ali Munip, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pamekasan membenarkan ada laporan dugaan penyelewengan dana fantastis tersebut. Menurutnya, pihaknya dalam tahap proses pulbaket.

“Masalah ini dilaporkan oleh masyarakat. Kami dalam proses pulbaket sekarang,” ungkap Ali Munip, Rabu (4/2/2026).

Kata dia, terkait nominal anggarannya, Kejari Pamekasan masih menelusuri kebenaran anggaran Porprov 2025 sebesar Rp 1,4 miliar. Ia akan memeriksa angggaran yang dikelola Koni Pamekasan pada tahun 2025.

“Laporan sementara yang kami terima senilai Rp 1,4 miliar. Tapi kami kroscek dulu dalam pulbaket ini. Soal penggunaan anggaran pengadaan jersey dan sepatu untuk pengurus dan ratusan atlet juga akan dikroscek. Termasuk anggaran mamin yang juga dianggap ada mark up anggaran pada laporan,” urainya.

BACA JUGA :  Aktivis Pamekasan Kantongi Surat Bupati Soal Permintaan Pelimpahan Kasus Mobil Sigap

Sementara itu, Sekretaris Koni Pamekasan, Hery Purwanto mengatakan bahwa, anggaran Porprov tahun 2025 bukan Rp 1,4 miliar, tapi sekitar Rp 900 juta lebih.

“Seingat saya waktu itu bukan Rp 1,4 miliar tapi hanya Rp 900 jutaan lebih. Dan anggaran sudah dipakai dengan baik,” ucap Hery.

Hery menjelaskan, dari anggaran porprov yang dikelolanya sebesar Rp 900 juta lebih digunakan untuk biaya operasional 330 atlet selama di Malang. Saat itu, Porprov Jatim 2025 digelar sejak tanggal 28 Juli hingga 5 Juni 2025.

“Dana itu digunakan untuk ongkos, menginap atlet dan panitia. Termasuk pembelian sepatu,” katanya.

BACA JUGA :  BPN Pamekasan : Peralihan SHP dari PT Wahyu ke SHM Laut Jumiang Atas Nama Syafi'i cs Bersifat Rahasia

Lebih lanjut, ia mengatakan, total anggaran yang dikelola Koni Pamekasan sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 2 miliar. Selain digunakan untuk dana porprov sebesar Rp 900 juta, juga dipakai beberapa anggaran persiapan lainnya.

Ia mengungkapkan, sebelum pelaksanaan porprov 2025, Koni Pamekasan menggelar pusat latihan gabungan (Puslatgab) yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 650 juta. Pusat latihan dilakukan sejak Bulan Januari hingga bulan Mei 2025.

Selain itu, ia menyampaikan ada kegiatan pra porprov yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 90 juta. Sisanya digunakan untuk kebutuhan operasional sekretariat Koni Pamekasan.

“Saat puslatgab atlet dan pelatih dibayar sekitar Rp 720 ribu hingga Rp 1 jutaan,” tandasnya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan