Selama Bulan Maret, Demontrasi di Pamekasan Tembus 12 Kali

  • Bagikan
aktivis FARA (Forum Aspirasi Rakyat Madura) saat unjuk rasa di depan kantor Bupati Pamekasan. Kamis, (31/03/2021).

Dihari yang sama, demonstrasi ke kantor Kejaksaan Negeri (kejaksaan) Pamekasan. Selasa (9/3/2021). Mereka meminta kejelasan kasus dugaan korupsi pengadaan mobil sigap untuk seluruh desa di wilayah tersebut.

Yang kelima, Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pamekasan berdemonstrasi di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Rabu (10/3/2021).

Massa yang mayoritas memakai jas merah itu menuntut Kepala DKPP Pamekasan agar pendistribusian pupuk bersubsidi di tahun 2021 ini menggunakan nota penjualan.

Keenam, Jurnalis Pamekasan menggelar aksi solidaritas mengecam kekerasan kepada wartawan di Situbondo yang dilakukan pengawal Menteri KKP. Aksi dilakukan di selatan area Monumen Arek Lancor, Kabupaten Pamekasan. Jum’at (19/3/2021).

BACA JUGA :  MK Percepat Putusan Dismissal, KPU Pamekasan Tunggu Hasil Akhir untuk Menetapkan Pemenang Pilkada 2024

Selanjutnya, giliran mahasiswa UIM Pamekasan yang melakukan aksinya ke kampusnya sendiri. Mereka mendesak agar pihak kampus segera membentuk KPU dan Bawaslu. Senin, (22/03/2021).

Kedelapan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pamekasan berunjuk rasa di depan kantor bupati pada Kamis (25/3/2021).

Mereka menolak rencana penghapusan tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang diwacanakan Bupati Pamekasan Badrut Tamam.

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan Salurkan 4.148 Bantuan untuk Pengelola Masjid

Aksi ke-sembilan, Mahasiswa yang mengatasnamakan Dewan Advokasi Mahasiswa Kritis Transformative (DEMAK) lakukan aksi tunggal di depan Gedung Rektor Kampus IAIN Madura. Senin (29/3/21).

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan