Selanjutnya, Puluhan Jurnalis asal Kabupaten Pamekasan menggelar aksi solidaritas di Area Bundaran Arek Lancor, Pamekasan, Madura. Senin, (29/03/2021).
Puluhan insan pers yang tergabung dalam aksi solidaritas itu terdiri dari empat paguyuban, yaitu Jurnalis Center Pamekasan (JCP), Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJI), Forum Wartawan Pamekasan (FWP) dan Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP).
Aksi solidaritas dengan membawa poster dan berorasi secara bergantian tersebut mengutuk keras serta mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap jurnalis Tempo Surabaya yang mendapatkan penganiayaan saat liputan.
Beberapa aktivis yang tergabung dalam Forum Aspirasi Rakyat Madura (FARA), unjuk rasa di kantor bupati Pamekasan. Kamis, (31/03/2021).
Tuntutannya, Mereke mendesak agar reklamasi pantai di desa Ambat Tlanakan Pamekasan dihentikan dan diberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku.
Selanjutnya, dihari yang sama LSM menggelar aksi demonstrasi menolak penghapusan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pamekasan. Rabu (31/3/2021).
Terakhir, demo di depan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang digerakkan oleh beberapa LSM Pamekasan. Mereka meminta untuk berdiskusi langsung terkait rencana pengalihan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk penanganan Covid-19.






