Sebelumnya, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam sempat menemui masa aksi dengan bahasa diplomasi. Bupati yang diklaim dengan berbagai prestasi ini tidak banyak berbicara. Hanya saja mengucapkan terimakasih untuk peserta aksi.
“Terimakasih atas gagasan, pemikiran serta pendapat yang sudah disampaikan barusan,”singkatnya.
Selepas itu, Baddrut Tamam langsung meninggalkan masa aksi dengan diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendampingi.
Padahal, masa aksi hendak melakukan diskusi dan dialog terbuka dengan bupati yang hampir satu tahun tidak ada wakilnya pasca Wakil Bupati Pamekasan Raja’e wafat pada 31 Desember 2020.
Aspirasi pertama yang dibawa masa aksi yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat tersebut untuk Bupati Pamekasan bertanggung jawab terhadap janji politiknya.






