PAMEKASAN CHANNEL. Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Pemkab Pamekasan, menggelar pelatihan kewirausahaan khusus pengurus pondok pesantren terhadap 60 perwakilan dari pondok pesantren se-Kabupaten Pamekasan, bertempat di Hotel Odaita Pamekasan, Rabu (12/11/2025).
Bupati Pamekasan, Kholilurrahman menjelaskan, santri merupakan identitas yang bisa menghadapi situasi apapun. Apalagi ketika mereka dibekali dengan peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pembinaan, maka santri memiliki peluang untuk menjadi pengusaha.
“Santri diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan tekhnologi, serta membaca kemajuan ekonomi agar bisa membangun pesantren di masa yang akan datang,” terang Bupati dalam sambutannya.
Pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda Panempan Pamekasan ini menambahkan, saat ini pemerintah sudah mulai memperhatikan pesantren. Terbukti dengan dibentuknya Dirjen pesantren, meskipun di balik itu ada rangkaian peristiwa yang mengguncang dunia pesantren.
“Selama ini pesantren terpinggirkan. Saya yakin pesantren tidak ada masalah dengan pekerjaan. Jadi apa saja santri siap. Tidak jadi apa-apa juga siap. Sebab itulah esensi pengabdian dan kemandirian santri yang dibangun dengan kesadaran gotong royong,” imbuhnya.
Pemkab Pamekasan berkomitmen untuk memperkuat ekonomi berbasis pesantren melalui pengembangan program Pesantren Tangguh 2025. Program ini diproyeksikan berlangsung hingga akhir masa jabatan Bupati, dan menjadi fondasi pembangunan ekonomi santri lima tahun ke depan.
“Saya tidak ingin program pemberdayaan santri berhenti pada pelatihan dasar. Agar benar-benar berdampak, santri yang telah memiliki semangat dan keterampilan wirausaha akan dikawal secara berkelanjutan hingga menjadi pengusaha mandiri di lingkungan pesantren,” ungkapnya.
Bupati menegaskan bahwa Santripreneur merupakan perubahan paradigma besar dalam dunia pesantren, menggeser cara pandang dari santri sebagai pembelajar menjadi santri sebagai pelaku yang berdaya dan mampu menciptakan peluang ekonomi.
Melalui penguatan program Santripreneur dan inisiatif lain pada fase awal pemerintahannya, Bupati memastikan arah pembangunan Pamekasan tetap konsisten menuju kemandirian, religiusitas, dan daya saing.
“Seluruh program 100 hari kerja adalah fondasi pembangunan lima tahun ke depan,” tandasnya.






