Pergelaran Pena Santri dan Temu Alumni Ponpes Banyuanyar Pamekasan Berlangsung Meriah

  • Bagikan
Penutupan Pentas Nasional Santri sekaligus temu alumni III di halaman Pondok Pesantren Banyuanyar, Kabupaten Pamekasan. Minggu (04/12/2022).

PAMEKASAN. Ribuan alumni menghadiri penutupan Pentas Nasional Santri (Pena Santri) sekaligus temu alumni III di halaman Pondok Pesantren Banyuanyar, Kabupaten Pamekasan. Minggu (04/12/2022).

Prof. Dr. Zainuddin Syarif, selaku Ketum DPP Peradaban, menyampaikan bahwa dari berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan mendapat respon positif dari masyarakat.

Banyak pelatihan baik dalam bidang hukum, ekonomi yang sudah dilaksanakan. Hal Itu, kata Prof. Dr. Zainuddin Syarif membuktikan bahwa kita hidup tidak hanya beragama tapi juga bernegara.

BACA JUGA :  Civitas Akademika IAIN Madura Sambut Kunjungan Dirjen Pendis Kementerian Agama

“Jadi generasi yang kita harapkan adalah generasi yang dilandasi dengan ilmu pengetahuan keagamaan dengan harapan menjadi generasi yang gemilang,”kata Prof. Dr. Zainuddin Syarif.

Dr. H. Nurul Hadi, selaku ketua Pena Santri menjelaskan bahwa dalam acara penutupan Pena Santri diadakan pembentukan Forum Doktor Peradaban (FDP) ini sebagai motor penggerak pembangunan pendidikan berbasis kultural dan Pondok Pesantren.

Lebih lanjut, Nurul Hadi menjelaskan bahwa program kerja forum doktor peradaban nantinya adalah menggerakkan seluruh potensi anggota dalam hal peningkatan kapasitas keilmuan para dosen.

BACA JUGA :  Peradaban Gelar Sarasehan Media untuk Santri dan Alumni Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

“Forum Doktor ini menjadi Mitra Peradaban untuk terus berkarya baik itu bentuk konferensi, penelitian atau riset yang bertujuan untuk pengembangan sumber daya manusia,”sambungnya.

Semangat pendidikan berbasis pesantren, kata Dr. H. Nurul Hadi, akan selalu diperhatikan dan dikembangkan agar nantinya pesantren menjadi basis pendidikan karakter yang memiliki ciri khusus.

“Jadi bagaimana kita bisa menjadikan Pendidikan di Pesantren ini nantinya menjadi basis pendidikan karakter yang memiliki ciri khusus,” imbuhnya.

BACA JUGA :  IAIN Madura Gelar Wisuda untuk 732 Mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana

Dr. H. Nurul Hadi, Dosen IAIN Madura itu menjelaskan ada 23 Doktor Alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar tersebar di dalam dan luar negeri.

“Kegiatan kongres ini terwujud atas inisiatif DPP Peradaban melalui event Pena Santri 2022. Ini kekuatan Pesantren yang tercecer. Kalau bisa bersinergi dalam bingkai Forum Doktor Peradaban akan lebih dahsyat,” tandasnya.

  • Bagikan