Dalam tausiahnya, KH. Kholilurrahman, yang pernah menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai langkah awal mengedukasi masyarakat dengan nilai-nilai yang ada di pesantren.
Menurutnya, jika selama ini ada yang mengatakan bahwa Wisata Alam Pantai Talang Siring, disebut sebagai sarang maksiat, maka PP. Matsda sebagai pelopor yang akan mengharumkan nama tersebut dengan kegiatan positif.
“Kalau ada masyarakat yang bilang Wisata Talang Siring sebagai sarang maksiat, kita tunjukan pada publik bahwa Talang Siring bukan sarang maksiat, tapi sarang sholawat,” ujarnya saat tausiyah.
Oleh karenanya, Kiai Kholil, sapaan akrabnya juga menginginkan nilai nilai kepesantrenan bisa diterapkan dalam kehidupan masyarakat, secara lambat laun.
“Lambat laun kita ingin mensosialisasikan nilai-nilai kepesantrenan kepada masyarakat luar, meskipun tidak utuh,” ujarnya.






