Selanjutnya, ia meminta agar masyarakat, khususnya pihak pesantren bisa mempersiapkan lahan jika relokasi tersebut terealisasi. Ia berharap kegiatan belajar mengajar di Pesantren An-Nidhomiyah bisa tetap berjalan di masa yang akan datang.
Sebelumnya, Lima orang santri putri meninggal dunia pada kejadian itu, dan dua santri lainnya luka-luka akibat tebing longsor yang menimpa asrama pesantren putri, Rabu dini hari, (24/02).
Diantara kelima santri yang meninggal dunia tersebut, tiga orang berasal dari Jember, Jawa Timur, satu orang dari Kabupaten Sampang, dan seorang lagi berasal dari Kabupaten Sumenep. Adapun 1 korban lainnya dirawat di rumah sakit.






