Dikatakan politikus Partai Demokrat itu bahwa Halal bihalal bukan sekedar tradisi atau momentum tahunan, melainkan sebagai upaya untuk menguatkan semangat kebersamaan dan menjalin hubungan dengan baik kedepannya.
“Harapan kami kedepannya terus tingkatkan kebersamaan ini, tetap bersemangat dan bersinergi bersama bupati dan Wabup, OPD hingga pada kades,” ujar orang nomer dua di kabupaten Pamekasan itu.
“Kenapa halal bihalal digelar di pendopo timur, biar tidak ada kesan bahwa Bupati dan Wabup tidak harmonis, sampai kapanpun Bupati dan Wabup tetap harmonis dan solid,” tambah mantan Kades Blaban 2 periode itu.
Pria yang biasa disapa Kak Sukri itu menyebutkan, bahwa setelah 1 tahun memimpin kabupaten Pamekasan banyak framing yang terus muncul bahwa hubungan Bupati dan Wabup tidak harmonis. bagi Wabup, Bupati bukan cuma pimpinan dalam pemerintahan, tapi ia merupakan gurunya.
“Tidak ada sejarahnya, murid dan santri rentak bersama gurunya, Bupati dan Wabup hanya jembatan, beliaunya merupakan guru saya,” tegasnya.






