Video Viral Dua Remaja Meresahkan yang Aniaya Bocah Terjadi di Bondowoso, Polisi Tahap Menyelidiki

  • Bagikan
Tangkapan layar dari video viral.

PAMEKASAN CHANNEL. Jagat maya dihebohkan dengan video viral perundungan yang dilakukan oleh dua remaja lelaki terhadap bocah seorang diri di sebuah persawahan.

Dalam video viral tersebut, dua remaja itu terlihat memukuli berkali-kali dan menendangnya hingga tidak berdaya.

Berdasarkan sumber, peristiwa tersebut terjadi di Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari DS, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (26/7/2025) Kemarin.

BACA JUGA :  Kapolres Pamekasan Bacakan Amanat Kapolri Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Korban remaja yang diketahui merupakan warga Desa Mengok, Kecamatan Pujer, Bondowoso terlihat ketakutan dan tak melakukan perlawanan. Korban diketahui merupakan pelajar berusia 15 Tahun.

Korban ditendang, dibogem, dan dipukuli berulang kali. Sementara beberapa orang temannya yang lain, hanya diam dan melihat, tanpa melerai.

“Ayo kamu mengeluh. Makanya jangan sembarangan pakai. Lihat dulu. Mau nangis, kamu laki-laki,” kata dua pria sambil berulang kali memberikan bogeman dan tendangan.

BACA JUGA :  43 Korban Hozizah Belum Terima Ganti Rugi, Pegadaian Pamekasan dan Kejaksaan Mencla-mencle

Video berdurasi 1 menit 26 detik itu viral di media sosial facebook dan whatsapp. 

Dikutip Pamekasanchannel dari Tribunjatim, Hanapi, anggota DPRD Bondowoso yang rumahnya di Desa Mengok, Kecamatan Pujer, mengatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani Polres di unit PPA.

BACA JUGA :  Para Tersangka Kasus Narkoba Tertunduk Lesu di Mapolres Pamekasan

“Kejadian sore, malam itu Pak Kasun dan dengan korban sudah melaporkan ke Polsek. Terus dilanjutkan ke Polres,” kata dia kepada Tribunjatim.

Kasatreskrim Polres Bondowoso, AKP Rony Ismullah membenarkan adanya laporan tersebut telah dilimpahkan ke Polres.

Kini pihaknya sedang melakukan upaya penyelidikan.

“Kami masih upaya penyelidikan,” tandasnya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan