Tapi berdasarkan penjelasan Any, Zainudin tidak mau bila seprai yang diutang dirinya dibayar dengan sistem nyicil.
Menurut Any, ia berutang kain seprei ke Zainudin sebanyak 23 pcs.
Namun seprai sebanyak itu, diutang oleh tiga orang.Di antaranya, Any, N, dan H.
“Kalau saya sendiri utang 8 seprai. Tapi, saya utang seprei itu sudah bayar uang muka diawal sebesar Rp 250 ribu. Per seprei utangannya kisaran Rp 100 ribu,” jelasnya.
Any juga mengaku, daging sapi yang ia pegang, sempat dirampas oleh Zainudin.Namun, daging sapi itu ia ambil lagi dari tangan Zainudin.
Tak disangka, saat Any mengambil kembali daging sapi miliknya, tiba-tiba Zainudin langsung mendorong Any hingga jatuh di depan tokonya.
“Tapi saya langsung bangun, dan mengambil lagi daging saya yang jatuh ke tanah,” bebernya.
Saat Any bangun, Zainudin kembali menyeret tangan kiri Any. Hingga Any mengaku merasa kesakitan.
“Lalu tangan Zainudin yang menyeret tangan kiri saya itu, saya lepas. Tiba-tiba mata kiri saya langsung ditonjok oleh Zainudin menggunakan tangan kanannya sampai mata saya lebam dan memerah,” jelas Any.
“Ditonjok sekali, sampai keluar darah juga di bagian mata kiri saya sebelah bawah. Darah saya berceceran hingga ke baju. Waktu itu saya juga merasa pusing sekali setelah ditonjok,” sambungnya.






