“Benar, ada 8 siswa yang saat ini dirawat di beberapa fasilitas kesehatan akibat dugaan keracunan usai mengonsumsi MBG,” ucap Saifudin.
“Empat orang dirawat di Puskesmas Tlanakan, tiga orang di RSUD Smart Pamekasan, dan satu orang di Puskesmas Bandaran,” tambahnya.
Sementara ini, Saifudin belum bisa menjelaskan secara detail terkait sekolah asal para siswa maupun teknis pelaksanaan program MBG tersebut.
Namun, kata dia, saat ini Dinkes bersama tim medis masih melakukan observasi sekaligus menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.






