“Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini petugas kesehatan difokuskan pada penanganan pasien. Untuk detail terkait sekolah asal maupun teknis program MBG, akan kami sampaikan setelah ada hasil investigasi lebih lanjut,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tlanakan, Henny Setyowati juga membenarkan adanya puluhan siswa diduga keracunan tersebut.
Namun, pihaknya belum juga memastikan apakah para siswa tersebut keracunan MBG atau ada faktor lain.
Dari keterangan Henny, total siswa yang dirawat akibat keracunan itu mencapai 20 orang. Sebanyak sembilan orang dirawat dan diinjeksi infus.






