“Kebijakan itu kami buat semata-mata untuk merubah karakter siswa. Kebijakan ini kami rasa tidak salah, kalau memang ini salah kami mohon maaf,” kata Nu’man Afandi, Kepala MAN 1 Pamekasan.
Menurutnya, hasil kebijakan toilet siswa berbayar dalam bentuk infak tersebut diberikan ke masjid sekitar untuk menjadikan amal siswa bukan ada kepentingan pihak sekolah.
“Hasil dari uang toilet bagian siswa laki-laki itu kami infakkan ke Masjid sekitar,” tambahnya.
Nu’man menegaskan penarikan iuran tersebut hanya berlangsung tiga pekan saja tidak lebih.






