Stop Brutal ke Toko Kelontong! Keluarga Madura Tantang Carok Terbuka kepada Etnis Papua di Yogyakarta

  • Bagikan
Ilustrasi (ist).

PAMEKASAN CHANNEL. Beredar sebuah surat terbuka dikeluarkan oleh Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) ditujukan kepada Hendarko Novriansiroen, seorang tokoh etnis Papua di Yogyakarta.

Surat terbuka dari Keluarga Madura Yogyakarta ini mendadak viral dan menimbulkan perdebatan hangat di tengah-tengah masyarakat.

Surat terbuka ini mengupas beberapa insiden yang diduga melibatkan kelompok etnis Papua yang bertindak brutal kepada toko-toko kelontong milik warga Madura di Yogyakarta.

Pesan dalam surat tersebut, komunitas Madura Yogyakarta menuntut adanya solusi konkret untuk mencegah insiden brutal terus menerus berulang.

BACA JUGA :  Pelaku Cabul di Pademawu Pamekasan Ditangkap Polisi, Anak Usia 13 Tahun Jadi Korban

Dalam surat terbuka ini terdapat pernyataan yang secara terbuka dari Keluarga Madura Yogyakarta menantang “CAROK” secara terbuka kepada Etnis Papua, bila tak ada penyelesaian dari tindakan brutal tersebut.

Diketahui, Carok dalam budaya Madura adalah istilah yang merujuk pada duel terbuka sebagai bentuk penyelesaian konflik yang dianggap serius, dan menyingung harkat dan martabat serta harga diri.

BACA JUGA :  Tunggu Wajah Tersangka, Kasus Pencurian Emas 150 Gram dan Uang 9,1 Juta Naik Tahap Penyidikan

Surat terbuka ini ditandatangani oleh Ketua RB. Jucil Adiningrat, S.H dan Sekretaris M. Fahri Hasyim, S.H., M.H yang bertuliskan;

“Kami, Keluarga Madura Yogyakarta, telah cukup bersabar menghadapi tindakan perusakan dan kekerasan yang berulang terhadap toko-toko saudara kami. Kami meminta perwakilan komunitas Papua untuk memberikan solusi konkret agar insiden ini tidak terulang. Jika tidak ada kesepahaman yang bisa dicapai, kami siap mempertahankan harga diri kami dengan cara kami sendiri.”tulis dalam surat terbuka tersebut.

BACA JUGA :  Rektor UIN Madura Dukung Langkah Tegas Kapolres Pamekasan Sapu Bersih Narkoba

Surat terbuka dari Keluarga Madura Yogyakarta kepada tokoh Papua, Hendarko Novriansiroen, telah mengundang perhatian publik dan menimbulkan berbagai tanggapan.

Dengan demikian, aparat kepolisian, TNI-Polri diharapkan segera menjembatani pertemuan antara perwakilan komunitas Madura dan Papua untuk mencari titik tengah untuk menemukan perdamaian dan tak ada pertumpahan darah.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan