Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini menyebutkan, ada dua indikator penilaian untuk menjadi peserta terbaik membaca Al-qur’an, yakni tahsin (kefasihan membaca) dan tajwid (ketepatan bacaan).
Penilaian itu dilakukan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) Kabupaten Pamekasan.
“Pemenang membaca Alqur’an dinilai dari tahsinnya yakni kebagusan membacanya dan tajwidnya atau ketepatan membacanya,” katanya.
Dia melanjutkan, penganugerahan tersebut merupakan tindak lanjut program membaca dan menulis Al-qur’an oleh lembaganya yang telah lama dijalankan secara periodik dan mulai digerakkan sejak bulan Ramadhan kemarin.






