“Remas Desa Kompor ini telah memberikan pencerahan terhadap gejolak-gejolak yang mengenyampingkan nilai-nilai pancasila. Edukasi ini sangat penting untuk dapat mengantisipasi sejak dini,” ungkap pemuda yang sehari-hari sebagai tenaga pendidikan salah satu ponpes tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pamekasan Berkreasi Makhrus Alifandi mengajak peserta untuk lebih kreatif, apalagi di era digital seperti sekarang. Kecanggihan teknologi bisa dijadikan ladang penghasilan.
“Tapi, juga harus juga ekstra hati-hati dengan semakin mudahnya penyebaran berita hoax melalui internet,” urainya panjang lebar sambil memaparkan beberapa contoh kejadian akibat korban berita bohong.






