Pihaknya menambahkan, pawai obor tahunan menjelang datangnya bulan puasa ini berjalan mengelilingi kampung sambil membawa obor dari poho bambu dengan diiringi musik hadrah.
“Karena bulan Ramadhan merupakan bulan dari segala bulan yang dimuliakan berdasarkan salah satu hadits Nabi Muhammad SAW. Yang isinya bagi siapa yang bergembira dengan masuknya bulan Ramadan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka,” pungkasnya.
Sementara itu, Dewi pemuda yang menjadi peserta pawai obor mengatakan, kegiatan ini sangat bagus dan memberikan efek positif, tidak hanya bagi kalangan orang lanjut usia melainkan juga bagi anak-anak maupun remaja di Desa dengan kemajuan tekhnoligi yang semakit pesat.
“Pawai obor tabunan ini sangat bagus dan positif bagi kau millenial. Karena sebagai umat islam harus bergembira menyambut bulan Ramadhan,” ucap Dewi.






