Setelah Dibacok, Korban Diduga Masih Dituduh Berzina, Keluarga Desak Polisi Segera Penjarakan Oknum Kiai

  • Bagikan
Korban pembacokan didampingi kuasa hukumnya.

PAMEKASAN CHANNEL. Moh. Rohman, korban dugaan pembacokan dengan celurit oleh seorang oknum kiai berinisial M, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Mapper, Proppo, Kabupaten Pamekasan, sejak Sabtu malam (14/3/2026).

Dalam keterangannya dari tempat perawatan, Rohman mengaku masih syok dan belum memahami alasan di balik serangan yang dialaminya.

Ia menyebut telah mengabdi selama kurang lebih 19 tahun di lingkungan pondok pesantren yang ditempati oleh terduga pelaku.

Diketahui, peristiwa pembacokan terjadi pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 19.30 WIB di pinggir jalan, tepatnya di sebelah utara rumah korban di Dusun Rek Kerrek Laok II, Desa Rek Kerrek. Ia mengalami sejumlah luka serius, termasuk luka robek di bagian leher depan, lengan kiri, serta punggung kiri dan kanan.

Tak lama setelah kejadian, keluarga korban melalui pamannya, Abd. Gani, melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut ke Polres Pamekasan pada pukul 23.08 WIB di hari yang sama.

BACA JUGA :  Kantor Kejaksaan Pamekasan Didemo Soal Kasus Korupsi yang Mandek

Namun, hingga saat ini, korban menyatakan belum mendapatkan keadilan karena pelaku dinilai belum ditangkap oleh pihak berwenang.

“Kami hanya meminta keadilan. Saya berharap pelaku segera ditangkap,” ujar Rohman saat didampingi kuasa hukumnya Mansurrowi, Selasa (17/3) malam.

Rohman juga membantah keras tuduhan perselingkuhan dan perzinaan dengan istri pelaku yang disebut-sebut menjadi motif kejadian. Ia menegaskan tidak pernah melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan.

“Saya tidak melakukan perzinahan seperti yang dituduhkan kepada saya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rohman menjelaskan bahwa sejak lulus dari madrasah, dirinya mengabdikan diri di lingkungan tempat kiai itu semata-mata untuk mencari berkah. Ia merasa menjadi korban tuduhan tanpa dasar yang jelas.

Di sisi lain, ayah korban, Mat Jailani (56), menyampaikan bahwa dirinya dan keluarga telah lama memiliki hubungan pengabdian dengan lingkungan tempat kiai tinggal tersebut. Ia mengaku kerap membantu berbagai pekerjaan di sana sejak dahulu.

BACA JUGA :  Polisi Amankan Puluhan Sepeda Motor di Balap Liar di Palengaan Pamekasan

“Bukan hanya anak saya, saya juga sering membantu jika ada pekerjaan di sana,” ujarnya.

Ia juga menceritakan, beberapa hari sebelum kejadian, terduga pelaku sempat mencurigai tiga orang, termasuk anaknya, terkait dugaan perselingkuhan dengan istrinya. Namun, setelah dikonfirmasi, anaknya membantah tuduhan tersebut.

“Saya sudah tanyakan langsung, dan anak saya mengaku tidak melakukan hal itu. Tapi kenapa ia malah bacok anak saya,” kata Jailani dengan rawut wajah kosong.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas dengan menangkap pelaku, serta memastikan proses hukum berjalan secara adil.

Terpisah, tidak lama setelah insiden terjadi, terduga pelaku diketahui angkat bicara disalah satu media, pemicu amarahnya yakni karena ada dugaan perselingkuhan yang berujung perzinahan.

BACA JUGA :  Polisi Atasi Konflik Memanas Keluarga Madura dengan Etnis Papua di Yogyakarta 

“Istri saya mengaku di depan keluarga besar. Dia bilang punya hubungan lebih (intim) sampai dua kali,” kata M dikutip Pamekasan Channel dari Yakusa.id.

Berdasarkan informasi yang didapat media ini, terduga pelaku pembacokan ini masih belum ditangkap usai tindakan melawan hukum itu dilakukan.

Kapolsek Palengaan, AKP Syaiful mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti perkara tersebut karena proses hukum ditangani Polres Pamekasan.

“Pihak keluarga korban melaporkan ke SPKT Polres Pamekasan, dan ditangani oleh Sat Reskrim,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama mengaku bahwa pihak kepolisian resor Pamekasan belum mengonfirmasi terkait penangkapan.

“Nanti saya infokan jika ada perkembangan,” tutupnya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan