PAMEKASAN CHANNEL. DPRD Kabupaten Pamekasan menyoroti peristiwa maut yang terjadi saat pesta petasan pada Senin (31/3/2025) malam, di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, yang mengakibatkan seorang pelajar tewas.
Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menyebut bahwa insiden ini tidak bisa dilepaskan dari lemahnya pengawasan, khususnya dari Pemerintahan di level Kecamatan hingga Aparat Desa setempat.
Dari insiden ini, ia meminta agar kebiasaan yang telah mendarah daging di kawasan Pangorayan Proppo tersebut dihentikan.
“Sebaiknya tradisi itu tidak dilanjutkan karena hampir setiap tahun menelan korban luka-luka dan sekarang sampai meninggal dunia,” ujar Ali Masykur, Rabu (2/4/2025).
Ia juga berharap tahun depan Kepolisian, Kepala Desa, dan Camat setempat tidak memberikan izin apapun kepada warga yang ingin menggelar pesta petasan dan kembang api tersebut.
“Saya berharap tahun depan Kepolisian, Kepala Desa, dan Camat setempat jangan sampai memberi izin apapun alasannya,” pintanya.
Sementara itu, insiden pesta petasan yang merenggut nyawa seorang pelajar ini tengah diselidiki oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan.
“Kita tunggu hasil penyelidikan atau penanganan kasus ini,” ujar Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto melalui Kasi Humas AKP Sri Sugiarto.






